Cinta yang tak pernah habis untuk dibicarakan, entah berapa ribu bahkan jutaan kata-kata mutiara tentang cinta untuk diucapkan, direnungkan, dikhayalkan, namun belum tentu bisa direalisasikan. Entahlah, cinta memang aneh dan bisa diungkapkan dengan kata-kata mutiara cinta sesuai dengan situasi dan kondisi. Kumpulan kata-kata mutiara cinta dibawah ini mungkin bisa memberi inspirasi bagi anda untuk mengungkapkan betapa dalam cinta anda pada si dia.
Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan.
Yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak, bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka,
bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merasa rindu dan cemburu.
Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.
Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani.
Kejarlah cita-cita sebelum cinta, apabila tercapainya cita-cita maka dengan sendirinya cinta itu akan hadir.
Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.
Cinta pertama adalah kenangan, Cinta kedua adalah pelajaran, dan cinta yang seterusnya adalah satu keperluan
karena hidup tanpa cinta bagaikan masakan tanpa garam. Karena itu jagalah cinta yang dianugerahkan itu
sebaik-baiknya agar ia terus mekar dan wangi sepanjang musim.
Kecewa bercinta bukan berarti dunia sudah berakhir. Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu
yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu
sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa kekecewaan itu.
Hanya diperlukan waktu semenit untuk menafsir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan
sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.
Hidup tanpa cinta sepeeti makanan tanpa garam. Oleh karena itu, kejarlah cinta seperti kau mengejar waktu dan apabila kau sudah mendapat cinta itu, jagalah ia seperti kau menjaga dirimu. Sesungguhnya cinta itu karunia Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam sebuah percintaan, janganlah kamu sesali perpisahan tetapi sesalilah pertemuan.
Karena tanpa pertemua tidak akan ada perpisahan. Menikahlah dengan orang yang lebih mencintai diri kita
daripada kita mencintai diri orang itu. Itu lebih baik daripada menikahi orang yang kita cintai tetapi tidak menyintai
diri kita karena adalah lebih mudah mengubah pendirian diri sendiri daripada mengubah pendirian orang lain.
Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang, bukanlah dari pemberian semata.
Ibaratkalah kehilangan cinta itu seumpama hilangnya cincin permata di lautan luas yang tiada bertepi dan harus dilupakan.
Cinta tidak selalu bersama jodoh, tapi jodoh selalu bersama cinta.
Kata pujangga ; Cinta letaknya di hati, meskipun tersembunyi, namun getarannya jelas sekali. Ia mampu mempengaruhi fikiran sekaligus mengendalikan tindakan kita sehingga kadangkala kita melakukan hal terbodoh tanpa kita sadari.
Cinta dimulai dengan senyuman, tuumbuh dengan dekapan dan seringkali berakhir dengan air mata.
NGIN LEBIH BANYAK LAGI? KLIK DISINI
Anugrah Game
Minggu, 03 Juli 2011
Minggu, 08 Mei 2011
CARA MEMBUAT APLIKASI Java
Artikel ini menjelaskan tentang cara memulai membuat aplikasi J2ME (aplikasi Java untuk perangkat kecil, seperti selular, PDA dan lainnya) tanpa menuliskan kode kode programming (source-code) sedikitpun, karena artikel ini ditujukan kepada programmer yang belum pernah membuat aplikasi J2ME, mungkin tidak sedikit programmer desktop PC yang merasa terlalu sulit untuk membuat aplikasi J2ME untuk selular, mudah mudahan artikel singkat ini bisa memberikan penjelasan yang cukup dan memberikan semangat yang positif untuk memulai membuat aplikasi J2ME. Membuat aplikasi J2ME tidak memerlukan banyak software yang rumit atau besar, salah satu software yang pasti diperlukan adalah J2SE SDK/JDK, dalam J2SE SDK/JDK ini terdapat runtime dan library untuk program Java secara umum termasuk juga untuk J2ME, pada saat artikel ini ditulis telah ada J2SE SDK v1.4.2. Untuk menulis source-code J2ME, maka kita memerlukan sebuah J2ME IDE (integrated development environment), ada beberapa pilihan IDE yang diantaranya adalah Netbean, Sun One Java Studio Mobility, CodeWarrior dan notepad (atau text editor lainnya), untungnya semua software IDE yang disebutkan ini dapat di download gratis di website resmi masing masing perusahaan, jadi untuk membuat program J2ME maka pihak developer tidak perlu mengeluarkan uang sama sekali untuk membeli software IDE. Pada artikel ini yang diulas adalah IDE dari Netbean v4.1 dengan tambahan Netbean Mobility Pack v4.1, tambahan ini diperlukan untuk membuat aplikasi J2ME, karena jika hanya dengan Netbean v4.1 hanya dapat membuat aplikasi Java saja, Netbean Mobility Pack adalah module-module aplikasi J2ME dan emulator device untuk testing dalam PC. IDE lainnya boleh dicoba tapi dianjurkan memakai Netbean v4.1 karena versi ini sangat mudah dioperasikan dan dirasakan cukup cepat dibanding IDE lainnya dalam hal loading, compiling, running dan debugging. Langkah yang dilakukan oleh untuk memulai pembuatan aplikasi J2ME adalah:
1. Install J2SE SDK v1.4.2 (50MB)
2. Install Netbean v4.1 (47MB)
3. Install Netbean Mobility Pack v4.1 (18MB)
4. Jalankan Netbean v4.1, buat projek baru dan pilih kategori "Mobile" dan tipe project "Mobile Application"
5. Pilih lokasi tempat menyimpan file-file project ini, "Set as Main Project" dan "Create Hello MIDlet" jangan dirubah (tercentang)
6. Pada halaman "Platform selection" pilih "Device Configuration" = CLDC-1.0 dan "Device Profile" = MIDP-1.0 (versi terkecil yang dapat digunakan dalam semua selular yang support J2ME)
7. Setelah semua selesai (tempate telah dibuat), jalankan aplikasi ini dengan menekan tombol F6 (Run Main Project).
8. Lalu project ini akan dicompile dan emulator akan keluar, gunakan mouse untuk mengoperasikan emulator tersebut, dengan menekan nekan tombol keypad dalam emulator tersebut mirip seperti selular biasa.
9. Pada saat ini, aplikasi "Hello World" kita telah selesai dibuat dan bisa langsung di tes pada selular yang sebenarnya.
Langkah-langkah untuk testing aplikasi yang telah dibuat, yaitu :
1. Selular phone yang mendukung J2ME (setidaknya MIDP v1).
2. Alat untuk memindahkan aplikasi (.JAR dan .JAD) yang sudah dibuat kedalam selular, dapat berupa kabel data, infrared, bluetooth atau card reader/writer jika selular yang ingin digunakan sebagai test device memiliki slot memory external, seperti MMC, MemoryStick dan lainnya. Cara pemindahan aplikasi J2ME sama seperti cara mengisi ringtone, image dan lainnya.
3. Software untuk memindahkan aplikasi J2ME ke dalam selular, bisa menggunakan aplikasi yang dibuat oleh perusahaan lain (bukan buatan vendor selular tersebut), seperti MobiMB yang berukuran kecil, mudah dan cepat.
Dalam artikel ini, selular yang digunakan sebagai test adalah Nokia 6015 (memakai kabel data USB) dan Nokia 9500 (memakai card reader/writer untuk mengcopi file .JAR dan .JAD ke dalam MMC). File - file yang perlu ditransfer kedalam selular adalah file .JAR (dan .JAD jika diperlukan) yang berada dalam direktori "DIST", lokasi direktori ini telah ditentukan pada langkah ke 5.
Kita telah selesai membuat aplikasi J2ME "Hello World", untuk merubah text atau menambah objek - objek lainnya seperti TextBox, RadioBox, tombol- tombol menu dan lainnya dapat kita lakukan dalam Netbean, juga tanpa perlu menuliskan source-code karena Netbean v4.1 sudah memiliki fungsi yang cukup bagus dan mudah dengan drag-and-drop mirip seperti programming Visual Basic dan lainnya yang hanya memerlukan perubahan pada properti-properti objek tersebut jika diperlukan seperti kata - katanya, lebar tingginya dan lain lain.
Memang aplikasi yang telah dibuat ini tidak begitu berguna, tapi bagi para programmer yang telah menguasai bahasa pemrograman Java maka tidaklah sulit untuk membuat aplikasi atau games untuk selular yang mungkin bisa dengan mudah dijual kepada perusahaan perusahaan mobile content aggregator karena bisnis mobile content cukup lumayan saat ini.
Pilihan J2ME untuk membuat aplikasi/games selular sangat bagus, karena ukuran filenya kecil (file JAR Hello World yang telah kita buat ini hanya kurang lebih 1 kilobyte saja), bahasa Java relatif lebih mudah dipelajari dibanding C/C++ untuk Symbian, Palm, Pocket PC dan Linux, dan alasan yang terakhir adalah software IDE untuk J2ME versi sekarang ini sangat baik dan lebih mudah digunakan.
Kemungkinan jika semua langkah yang dijelaskan diatas dicoba dengan sama persis oleh para pemula, maka mungkin hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit hingga selesai dimasukan dalam selular, pihak editor hanya membutuhkan kurang dari 3 menit untuk menyelesaikannya.
Kamis, 05 Mei 2011
Kode-kode licensi aplikasi
CORELDRAW 12 = DR12WEX-1504397-KTY
CYBERLINK DVDSUITE PRO V.5 = MS595725518122J4
COREL PRINT HOUSE 6 = PH06WRD-0020403-WQF
DELPHI 5 = 111-111-1111 CODE= FEX1-91X0
DELPHI 6 = Z9J8-PUM4N-C6GZQ CDKEY= RW2-7JW
DELPHI 7 = GAKD-PD29Q9-RDF?JQ-X65Z
CD KEY = QY8.EEC
DELPHI 8 = TIDAK PAKAI
FRUITY LOOPS 4 = PC752-VNVK5-28DKNSYP9V
Flash Cam : C06-122-000
FLASH 5 = FLW500-03143-77238-80660
FLASH 6 = FLW600-11335-72240-33333
FLASH MX = FLW600-53733-75540-61552
FLASH MX 6.0 RETAIL = FLW600-56032-66640-21856
HOY QUR’AN 7,1 = N1A6-N0A9
Hollywood FX Pro : HF559-PRO-807189-75Q
Macromedia director 8.5 = WDW850-02044-87235-26420
MACROMEDIA FREAND 11 = FHW110-02426-47231-55458
MACROMEDIA FIREWORKS 4 = FWW400-02666-67248-0254
MACROMEDIA COLDFUSION MX = CPD600-08480-B7213-22568
Macromedia DreamWeaver 4 : DWW400-03771-57289-73501
MACROMEDIA DREAMWEAVER MX = DWW600-54622-26755-01760
MACROMEDIA FLASH MX = FLW600-09531-57240-83750
MDAEMON SERVER = GDPFFMF-QAWLYFJ-XQDIYAO
MS. OFFICE 97 = 4156-0212207
MS. OFFICE FRONT PAGE = WFDWY-XQXJF-RHRYG-BG7RQ-BBDHM
MS. VISIO PROF 2002 = F8BFX-2B8M6-X373J-TBQ8M-K3C76
MS. VISUAL FOX FRO 8.0 = TCJC7-H2QDH-3T7G7-R6RTM-YRK3Y
Nero Burning Rom v.5044 : 1500-0001-0053-0316-2508-6123
Nero Burning Rom v.5.5.5.1 for WinXP : 1503-0947-6845-2627-4181-1200.
NERO 6 = 1A23-0006-7130-1204-8976-4901
NERO 6.3 = 1A25-0006-7130-1352-4239-7903
NERO 6.6 = 1A25-0006-7130-1827-2429-2198
NERO 7.7.5.1 PREMIUM ED = 1C80-0014-19E5-MA2X-400C-4X27-4A50
OFFICE 2000 = GC6J3-GTQ62-FP876-94FBR-D3DX8 KEY =1111-1111
OFFICE 2003 = GWH28-DGCMP-P6RC4-6J4MT-3HFDY
OFFICE XP FULL = FM9FY-TMF7Q-KCKCT-V9T29-TBBBG
CYBERLINK DVDSUITE PRO V.5 = MS595725518122J4
COREL PRINT HOUSE 6 = PH06WRD-0020403-WQF
DELPHI 5 = 111-111-1111 CODE= FEX1-91X0
DELPHI 6 = Z9J8-PUM4N-C6GZQ CDKEY= RW2-7JW
DELPHI 7 = GAKD-PD29Q9-RDF?JQ-X65Z
CD KEY = QY8.EEC
DELPHI 8 = TIDAK PAKAI
FRUITY LOOPS 4 = PC752-VNVK5-28DKNSYP9V
Flash Cam : C06-122-000
FLASH 5 = FLW500-03143-77238-80660
FLASH 6 = FLW600-11335-72240-33333
FLASH MX = FLW600-53733-75540-61552
FLASH MX 6.0 RETAIL = FLW600-56032-66640-21856
HOY QUR’AN 7,1 = N1A6-N0A9
Hollywood FX Pro : HF559-PRO-807189-75Q
Macromedia director 8.5 = WDW850-02044-87235-26420
MACROMEDIA FREAND 11 = FHW110-02426-47231-55458
MACROMEDIA FIREWORKS 4 = FWW400-02666-67248-0254
MACROMEDIA COLDFUSION MX = CPD600-08480-B7213-22568
Macromedia DreamWeaver 4 : DWW400-03771-57289-73501
MACROMEDIA DREAMWEAVER MX = DWW600-54622-26755-01760
MACROMEDIA FLASH MX = FLW600-09531-57240-83750
MDAEMON SERVER = GDPFFMF-QAWLYFJ-XQDIYAO
MS. OFFICE 97 = 4156-0212207
MS. OFFICE FRONT PAGE = WFDWY-XQXJF-RHRYG-BG7RQ-BBDHM
MS. VISIO PROF 2002 = F8BFX-2B8M6-X373J-TBQ8M-K3C76
MS. VISUAL FOX FRO 8.0 = TCJC7-H2QDH-3T7G7-R6RTM-YRK3Y
Nero Burning Rom v.5044 : 1500-0001-0053-0316-2508-6123
Nero Burning Rom v.5.5.5.1 for WinXP : 1503-0947-6845-2627-4181-1200.
NERO 6 = 1A23-0006-7130-1204-8976-4901
NERO 6.3 = 1A25-0006-7130-1352-4239-7903
NERO 6.6 = 1A25-0006-7130-1827-2429-2198
NERO 7.7.5.1 PREMIUM ED = 1C80-0014-19E5-MA2X-400C-4X27-4A50
OFFICE 2000 = GC6J3-GTQ62-FP876-94FBR-D3DX8 KEY =1111-1111
OFFICE 2003 = GWH28-DGCMP-P6RC4-6J4MT-3HFDY
OFFICE XP FULL = FM9FY-TMF7Q-KCKCT-V9T29-TBBBG
OFFICE ENTERPRISE 2007 = KGFVY-7733B-8WCK9-KTG64-BC7D8
OMNIPAGE 15 = E709X-KD1-NHXD-QQDF-F8
ORCAD = SCO 021061
OMNIPAGE 15 = E709X-KD1-NHXD-QQDF-F8
ORCAD = SCO 021061
ADOBE PREMIER V.7.5 = AB1234565
PINACLE INSTAN-VIDEO ALBUM =7777777777
PINACLE STUDIO V.8.3 = 1555856630
PHOTOSOP 6 = PWWW600R7105467-948
PHOTOSOP 7 = 1045-0203-3247-2217-3566-6177
PHOTOSOP 8/CS = ANGKA 1 SEMUA
PHOTO IMPACT 7 = 11103-07000-00001531
Power DVD 5.0 : MV588995988G2285
POWER QUEST PARTITON MAGIC V.7.O = PM700ENEU-110965
PARTITION MAGIC 8.01 = M800EN1-11111111/PM800FR1-3193805303
Swif3d 2.0 : T3DW200-65700-95005-88056
Sonic Foundry Video Capture 2.0b : 9H-RBXSQT-YE7GEX-NQW5GX
TRANSTOOL 5 = 100706-27816-08499520-03
TWEAK XP V.20 PRO = E090402963592
Teleport Pro v.1.29.1107 : 787318958
ULEAD COOL 3D STUDIO = 274A5-11085-78578888
ULEAD MEDIA STUDIO PRO 7.0 = 011A2-27042-0190DCN14
ULEAD MOVIE FACORY 2.0 = 111A2-62000-00300082
ULEAD PHOTO IMPACT XL = 111A3-08500-00002098
ULEAD VIDEO STUDIO 7 = RORA2-870RO-ROROROR1
UNIVERSAL TRANSLATOR = EWB3APACDVBGYT2ENZJX
ULEAD PHOTO IMPACT = 11103-07000-00001531S
VCD CUTER V.4.03 RETAIL= 017697-023393
VISUAL BASIC 5.0 = 425-1689004
VISUAL BASIC 6 PROF ED.= 422-1111111
VISIO 2003 = WFDWY-XQXJF-RHRYG-BG7RQ-BBHDM
VISUAL STUDIO ENTERPRISE ED = 807-1426627
VIDEO STUDIO 8 = 111A2-88000-00230680
VIDIO WAVE POWER ED = 75-0R0BN-X89HZ-21DCN
WORLD PERFECT OFFICE = WS12WCX-0203227-XWJ
WinBoost 2001 Gold Edition : 5T5K4-D483-VZ7A-AC4T.
WinBoost 2002 Gold : 5T5K4-D483-VZ7A-AC4T.
WINDOWS 95 = 15695-OEM-0001346-00885
WINDOWS 98 JAPAN = C4GVG-CHRD3-9D12C-BBXHR-3CB76
PINACLE INSTAN-VIDEO ALBUM =7777777777
PINACLE STUDIO V.8.3 = 1555856630
PHOTOSOP 6 = PWWW600R7105467-948
PHOTOSOP 7 = 1045-0203-3247-2217-3566-6177
PHOTOSOP 8/CS = ANGKA 1 SEMUA
PHOTO IMPACT 7 = 11103-07000-00001531
Power DVD 5.0 : MV588995988G2285
POWER QUEST PARTITON MAGIC V.7.O = PM700ENEU-110965
PARTITION MAGIC 8.01 = M800EN1-11111111/PM800FR1-3193805303
Swif3d 2.0 : T3DW200-65700-95005-88056
Sonic Foundry Video Capture 2.0b : 9H-RBXSQT-YE7GEX-NQW5GX
TRANSTOOL 5 = 100706-27816-08499520-03
TWEAK XP V.20 PRO = E090402963592
Teleport Pro v.1.29.1107 : 787318958
ULEAD COOL 3D STUDIO = 274A5-11085-78578888
ULEAD MEDIA STUDIO PRO 7.0 = 011A2-27042-0190DCN14
ULEAD MOVIE FACORY 2.0 = 111A2-62000-00300082
ULEAD PHOTO IMPACT XL = 111A3-08500-00002098
ULEAD VIDEO STUDIO 7 = RORA2-870RO-ROROROR1
UNIVERSAL TRANSLATOR = EWB3APACDVBGYT2ENZJX
ULEAD PHOTO IMPACT = 11103-07000-00001531S
VCD CUTER V.4.03 RETAIL= 017697-023393
VISUAL BASIC 5.0 = 425-1689004
VISUAL BASIC 6 PROF ED.= 422-1111111
VISIO 2003 = WFDWY-XQXJF-RHRYG-BG7RQ-BBHDM
VISUAL STUDIO ENTERPRISE ED = 807-1426627
VIDEO STUDIO 8 = 111A2-88000-00230680
VIDIO WAVE POWER ED = 75-0R0BN-X89HZ-21DCN
WORLD PERFECT OFFICE = WS12WCX-0203227-XWJ
WinBoost 2001 Gold Edition : 5T5K4-D483-VZ7A-AC4T.
WinBoost 2002 Gold : 5T5K4-D483-VZ7A-AC4T.
WINDOWS 95 = 15695-OEM-0001346-00885
WINDOWS 98 JAPAN = C4GVG-CHRD3-9D12C-BBXHR-3CB76


WINDOWS 98 SECOND RELOADED EDIION SP1.5 =
K4HVD-Q9TJ9-6CRX9-C9G68-RQ2D3
WINDOWS 98 & SE = HQ6K2-QPC42-3HWDM-BF4KJ-W4XWJ
K4HVD-Q9TJ9-6CRX9-C9G68-RQ2D3
WINDOWS 98 & SE = HQ6K2-QPC42-3HWDM-BF4KJ-W4XWJ
WINDOWS ASIA ED = FCKGW-RHQQ2-YXRXT-8TG6W-2B7Q8
WINDOWS ME = B6BYC-6T7C3-4PXRW-2XKWB-GYV33
WINDOWS 2000 = F6PGG-4YYDJ-3FF3T-R328P-3BXTG
WINDOWS 2000 PROF = RM2333-2PRQQ-FR4RH-JP89H-46QYB
WNDOWS SERVER 2003 = JB88F-WT203-DPXTT-Y8GHG-7YYQY
WNDOWS SERVER 2003 ENT = CW32K-48T2T-3D2PJ-DXBWY-C6WRJ
WINDOWS SEVER 3 IN 1 = JB88F-WT2Q3-DPXTT-Y8GHG-7YYQY
WINDOWS LONGHORN = CKY24-Q8QRH-X3KMR-C6BCY-T847Y
WINDOWS XP HE = GYG6B-HK868-CYF3H-YHQPX-TGCW6
WINDOWS XP SP1A = XP8BF-F8HPF-PY6BX-K24PJ-TWT6M
WINDOWS XP HOME ED = FGJXW-KRTJP-DM2RH-9GQ7T-KYQG8
WINDOWS XP HOME ED OEM 2007 = JQ4T4-8VM63-6WFBK-KTT29-V8966
WINDOWS XP SP1+RUI = XP8BF-F8HPF-PY6BX-K24PJ-TWT6M
WINDOWS XP PROF SP2 = CRTGH-B68P2-XB6JC-44GCD-X9JHM
WINDOWS XP FULLRELEASE = FCKGW-RHQQ2-YXRKT-8TG6W-2B7Q8
WINDOWS XP CORPORATE PLUS = 7QVT6-T2738-WRKJB-YKRFQ-XVK98
WINDOWS XP MEDIA CENTER = XJM6Q-BQ8HW-T6DFB-Y934T-YD4YT
WINDOWS XP MEDIA CENTER 2005 SP2 = C4BH3-P4J7W-9MT6X- PGKC8-
J4JTM
WINDOWS XP PRO-SP2 2004 = CRTGH-B68P2-XB6JC-44GCD-X9JHM
WINDOWS XP SP2 GOLD ED = MYHVT-WQ49M-QRPVF-V86FC-P3R8Y
WINDOWS 2000 = F6PGG-4YYDJ-3FF3T-R328P-3BXTG
WINDOWS 2000 PROF = RM2333-2PRQQ-FR4RH-JP89H-46QYB
WNDOWS SERVER 2003 = JB88F-WT203-DPXTT-Y8GHG-7YYQY
WNDOWS SERVER 2003 ENT = CW32K-48T2T-3D2PJ-DXBWY-C6WRJ
WINDOWS SEVER 3 IN 1 = JB88F-WT2Q3-DPXTT-Y8GHG-7YYQY
WINDOWS LONGHORN = CKY24-Q8QRH-X3KMR-C6BCY-T847Y
WINDOWS XP HE = GYG6B-HK868-CYF3H-YHQPX-TGCW6
WINDOWS XP SP1A = XP8BF-F8HPF-PY6BX-K24PJ-TWT6M
WINDOWS XP HOME ED = FGJXW-KRTJP-DM2RH-9GQ7T-KYQG8
WINDOWS XP HOME ED OEM 2007 = JQ4T4-8VM63-6WFBK-KTT29-V8966
WINDOWS XP SP1+RUI = XP8BF-F8HPF-PY6BX-K24PJ-TWT6M
WINDOWS XP PROF SP2 = CRTGH-B68P2-XB6JC-44GCD-X9JHM
WINDOWS XP FULLRELEASE = FCKGW-RHQQ2-YXRKT-8TG6W-2B7Q8
WINDOWS XP CORPORATE PLUS = 7QVT6-T2738-WRKJB-YKRFQ-XVK98
WINDOWS XP MEDIA CENTER = XJM6Q-BQ8HW-T6DFB-Y934T-YD4YT
WINDOWS XP MEDIA CENTER 2005 SP2 = C4BH3-P4J7W-9MT6X- PGKC8-
J4JTM
WINDOWS XP PRO-SP2 2004 = CRTGH-B68P2-XB6JC-44GCD-X9JHM
WINDOWS XP SP2 GOLD ED = MYHVT-WQ49M-QRPVF-V86FC-P3R8Y
WINDOWS XP PROF SP1A INDONESIA =
62KYQ-3JWQH-WDJBG-D374R-Q8FCW
XPCK2-HY3VB-74KK4-JG6V4-JMDVM
WINDOWS XP ARABIC 2004 = 3FC6J-PVRYV-38KFF-B2K46-CDHH6
WINDOWS XPMEDIA CENTER 2005 =KCQ9Q-FTBM4-6HTWV-M7DKM-T4BF5
WINDOWS XP HOME ED 2006 =RH6M6-7PPK4-YR86H-YFFFX-PW8M8
WINDOWS XP PROF CORP SP2 FEB-SEP2006 =
XPCK2-HY3VB-74KK4-JG6V4-JMDVM
WINDOWS XP ARABIC 2004 = 3FC6J-PVRYV-38KFF-B2K46-CDHH6
WINDOWS XPMEDIA CENTER 2005 =KCQ9Q-FTBM4-6HTWV-M7DKM-T4BF5
WINDOWS XP HOME ED 2006 =RH6M6-7PPK4-YR86H-YFFFX-PW8M8
WINDOWS XP PROF CORP SP2 FEB-SEP2006 =
Minggu, 20 Februari 2011
Cara mengubah tampilan Facebook
Jika di bandingkan dengan MySpace atau Friendster sebenarnya tampilan Facebook yang paling membosankan. Kenapa? Karena tampilanya hanya kombinasi antara warna hitam, putih, dan biru polos, variasi warna atau background pun tidak ada.
Nah, jika Anda sudah bosan dengan tampilan standar itu, gunakanlah salah satu dari dua trik berikut untuk mengubah warna Facebook .
1. Dengan Userstyles.org
a. Jalankan browser Firefox Anda dan kunjungi https://addon.mozilla.org/en-US/firefox/addon/2108 .
b. Klik link Add to Firefox.
c. Setelah itu restart firefox dan kunjungi situs http://userstyles.org/styles/site/facebook.com .
d. Klik tombol Load into Stylish pada desain pilihan Anda.
e. Simpan dan refresh halaman Facebook anda.
2. Dengan Yontoo.com
a. Kunjungi situs http://yontoo.com/DownloadFFClient.aspx dan pilih Start Instalation.
b. Pilih Start Intall lalu pilih Install Now pada jendela Software Installation.
c. Tunggulah hingga proses download dan instalasi selesai, dan restart Firefox.
d. Pasang aplikasi Page Rage dari Facebook di alamat http://apps.facebook.com .
e. Pilih tema atau tampilan yang Anda inginkan lalu lihat perubahannya pada profile Facebook Anda.
Bagaimana menurut Anda?? Apakah artikel di atas dapat membantu Anda?
Posting Terkait:
Nah, jika Anda sudah bosan dengan tampilan standar itu, gunakanlah salah satu dari dua trik berikut untuk mengubah warna Facebook .
1. Dengan Userstyles.org
a. Jalankan browser Firefox Anda dan kunjungi https://addon.mozilla.org/en-US/firefox/addon/2108 .
b. Klik link Add to Firefox.
c. Setelah itu restart firefox dan kunjungi situs http://userstyles.org/styles/site/facebook.com .
d. Klik tombol Load into Stylish pada desain pilihan Anda.
e. Simpan dan refresh halaman Facebook anda.
2. Dengan Yontoo.com
a. Kunjungi situs http://yontoo.com/DownloadFFClient.aspx dan pilih Start Instalation.
b. Pilih Start Intall lalu pilih Install Now pada jendela Software Installation.
c. Tunggulah hingga proses download dan instalasi selesai, dan restart Firefox.
d. Pasang aplikasi Page Rage dari Facebook di alamat http://apps.facebook.com .
e. Pilih tema atau tampilan yang Anda inginkan lalu lihat perubahannya pada profile Facebook Anda.
Bagaimana menurut Anda?? Apakah artikel di atas dapat membantu Anda?
Posting Terkait:
Membuat Anti Virus Sendir
Notes :
- Penulis TIDAK bertanggung jawab atas penggunaan maupun penyalahgunaan dari artikel ini.
- Tujuan dibuat artikel HANYA untuk BAHAN PEMBELAJARAN saja.
- Penggunaan nama, merek, atau logo hanya sebagai CONTOH dan REFERENSI saja, TIDAK ada maksud mempromosikan pihak tertentu.
- Penulis mohon maaf apabila seluruh/sebagian dari isi artikel ini sudah tersirat dalam artikel sejenis lainnya.
Main#
Sekarang kehadiran para virus maker (–selanjutnya disingkat jadi VM saja) lokal telah membuat gerah para user komputer tanah air. Bisa dibayangkan bila dari sekian banyak virus lokal tidak satu-dua yang menghancurkan data (terutama bagi file office; word, excel, dll…). Bagi para vendor Anti Virus (–selanjutnya disingkat menjadi AV saja) fenomena ini adalah lahan bisnis untuk produk mereka. Sebut saja NORMAN, yang kini men-support perusahaan konsultan virus lokal (–VAKSIN.COM) , Symantec, McAffe, NOD32, dan sebagainya. Dengan menawarkan update definisi software AV tercepat, engine scanner paling sensitif, dan lain-lain merupakan kiat untuk memancing para korban virus membeli dan menggunakan software AV mereka. Bagi penulis sendiri hal ini memang agak memberatkan mengingat update file definisi atau engine AV tsb haruslah melalui koneksi internet. Lalu bagaimana yang tidak mempunyai akses sama sekali? Konsekuensinya iyalah tertinggal dalam hal pengenalan varian virus baru yang pada ujung-ujungnya membuat AV yang sudah terinstall bagai ‘Macan Ompong’. Kalau kita membuat AV sendiri bagaimana? dengan database definisi yang bisa diupdate oleh kita bahkan dapat saling tukar dengan teman? Bisa saja, dengan syarat mau mempelajari sedikit teknik pemograman.Pertama kita harus mengerti bagaimana cara kerja sebuah AV sederhana, pada dasarnya sebuah software AV mempunyai komponen-komponen :
1. Engine scanner, ini merupakan komponen utama AV dalam mengenali sebuah pattern virus. Engine ini dapat dikelompokkan menjadi statis dan dinamis. Statis dalam hal ini dapat disebut menjadi spesifik terhadap pattern tertentu dari sebuah file virus. Checksum merupakan salah satu contoh dari engine statis ini. Dinamis dalam artian dia mengenali perilaku ‘umum’ sebuah virus. Heuristic menjadi salah satu contohnya.
2. Database definition, menjadi sebuah referensi dari sebuah pattern file virus. Engine statis sangat bergantung kepada komponen ini.
3. Decompress atau unpacking engine, khusus untuk pengecekan file-file yang terkompresi (*.rar, *.zip, dll) atau kompresi atau packing untuk file PE seperti UPX, MeW , dll.
Tidak jarang hasil dari pengecekan terhadap file suspect virus menghasilkan false-positive bahkan false-negative (– false-positive berarti file yang bersih dianggap thread oleh AV, dan false-negative berarti file yang 100% thread akan dianggap bersih). Semua itu dapat diakibatkan oleh ketidak-sempurnaan dari engine scanner itu sendiri. Misal
pada contoh kasus Engine String scanner (–Engine scanner yang menyeleksi string-string dari file text-based), bila diterapkan rule 3 out of 5 (– bila AV menemukan 3 dari daftar 5 string kategori malicious) maka AV akan memberikan bahwa file terindikasi sebuah thread yang positif. Padahal file tsb nyatanya tidak menimbulkan efek berbahaya bila dijalankan atau dieksekusi. Kesalahan scanning macam ini lazim ditemukan untuk file-file *.VBS, *.HTML, dll. Untuk penggunaan engine checksum sangat banyak ditemui di beberapa software AV lokal. Checksum yang lazim digunakan diantaranya CRC16, CRC32, MD5, dll. Dikarenakan mudah untuk diimplementasikan. Engine ini sendiri bukannya tanpa cacat, Checksum bekerja dengan memproses byte demi byte dari sebuah file dengan sebuah algoritma tertenu (– tergantung dari jenis checksum yang digunakan) sehingga menghasilkan sebuah format tertentu dari file tsb. Contoh checksum menggunakan CRC32 dan MD5 :
* calCrc = CRC32(file_name_and_path)
* calMD5 = MD5(file_name_and_path)
Maka isi dari string calCrc adalah 7AF9E376, sedangkan untuk MD5nya adalah 529CA8050A00180790CF88B63468826A. Perlu diketahui bila virus menerapkan rutin yang mengubah byte tertentu dari badan virus tsb setiap kali maka penggunaan engine checksum ini akan kurang optimal karena bila 1 byte berubah dari file maka checksum juga akan berubah.
Mari kita belajar membuat sebuah AV sederhana, yang diperlukan :
1. Software Visual Basic 6.0
2. Sedikit pemahaman akan pemograman Visual Basic 6.0
3. Sampel file bersih atau virus (– opsional)
First#
Sekarang kita akan belajar membuat sebuah rutin sederhana untuk :
- Memilih file yang akan dicek
- Membuka file tersebut dalam mode binary
- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum
Buka MS-Visual Basic 6.0 anda, lalu buatlah sebuah class module dan Form dengan menambahkan sebuah objek Textbox, CommonDialog dan Command Button. (Objek CommonDialog dapat ditambahkan dengan memilih Project -> COmponent atau Ctrl-T dan memilih Microsoft Common Dialog Control 6.0) Ketikkan kode berikut pada class module (kita beri nama class module tsb clsCrc) :
================= START HERE ====================
Private crcTable(0 To 255) As Long ‘crc32
Public Function CRC32(ByRef bArrayIn() As Byte, ByVal lLen As Long, Optional ByVal lcrc As Long = 0) As Long
‘bArrayIn adalah array byte dari file yang dibaca, lLen adalah ukuran atau size file
Dim lCurPos As Long ‘Current position untuk iterasi proses array bArrayIn
Dim lTemp As Long ‘variabel temp hasil perhitungan
If lLen = 0 Then Exit Function ‘keluar fungsi apabila ukuran file = 0
lTemp = lcrc Xor &HFFFFFFFF
For lCurPos = 0 To lLen
lTemp = (((lTemp And &HFFFFFF00) &H100) And &HFFFFFF) Xor (crcTable((lTemp And 255) Xor bArrayIn(lCurPos)))
Next lCurPos
CRC32 = lTemp Xor &HFFFFFFFF
End Function
Private Function BuildTable() As Boolean
Dim i As Long, x As Long, crc As Long
Const Limit = &HEDB88320
For i = 0 To 255
crc = i
For x = 0 To 7
If crc And 1 Then
crc = (((crc And &HFFFFFFFE) 2) And &H7FFFFFFF) Xor Limit
Else
crc = ((crc And &HFFFFFFFE) 2) And &H7FFFFFFF
End If
Next x
crcTable(i) = crc
Next i
End Function
Private Sub Class_Initialize()
BuildTable
End Sub
================= END HERE ====================
Lalu ketikkan kode berikut dalam event Command1_Click :
================= START HERE ====================
Dim namaFileBuka As String, HasilCrc As String
Dim CCrc As New clsCrc ‘bikin objek baru dari class ClsCrc
Dim calCrc As Long
Dim tmp() As Byte ‘array buat file yang dibaca
Private Sub Command1_Click()
CommonDialog1.CancelError = True ‘error bila user mengklik cancel pada CommonDialog
CommonDialog1.DialogTitle = “Baca File” ‘Caption commondialog
On Error GoTo erorhandle ‘label error handle
CommonDialog1.ShowOpen
namafilbuka = CommonDialog1.FileName
Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 ‘buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary
ReDim tmp(LOF(1) – 1) As Byte ‘deklarasi ulang untuk array, # Bugs Fixed #
Get #1, , tmp()
Close #1
calCrc = UBound(tmp) ‘mengambil ukuran file dari array
calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) ‘hitung CRC
HasilCrc = Hex(calCrc) ‘diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric
Text1.Text = HasilCrc ‘tampilkan hasilnya
Exit Sub
erorhandle:
If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description ‘error number 32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file
================= END HERE ====================
COba anda jalankan program diatas dengan memencet tombol F5, lalu klik Command1 untuk memilih dan membuka file. Maka program akan menampilkan CRC32nya.
Second#
Kode diatas dapat kita buat menjadi sebuah rutin pengecekan file suspect virus dengan antara membandingkan hasil CRC32nya dan database CRC kita sendiri. Algoritmanya adalah :
- Memilih file yang akan dicek
- Membuka file tersebut dalam mode binary
- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum
- Buka file database
- Ambil isi file baris demi baris
- Samakan Checksum hasil perhitungan dengan checksum dari file
Format file database dapat kita tentukan sendiri, misal :
- FluBurung.A=ABCDEFGH
- Diary.A=12345678
Dimana FluBurung.A adalah nama virus dan ABCDEFGH dalah Crc32nya. Jika kita mempunyai format file seperti diatas, maka kita perlu membaca file secara sekuensial per baris serta memisahkan antara nama virus dan Crc32nya. Dalam hal ini yang menjadi pemisah adalah karakter ‘=’.
Buat 1 module baru (– diberi nama module1) lalu isi dengan kode :
================= START HERE ====================
Public namaVirus As String, CrcVirus As String ‘deklarasi variabel global untuk nama dan CRC virus Public pathExe as String ‘deklarasi variabel penyimpan lokasi file EXE AV kita
Public Function cariDatabase(Crc As String, namaFileDB As String) As Boolean
Dim lineStr As String, tmp() As String ‘variabel penampung untuk isi file
Open namaFileDB For Input As #1 ‘buka file dengan mode input
Do
Line Input #1, lineStr
tmp = Split(lineStr, “=”) ‘pisahkan isi file bedasarkan pemisah karakter ‘=’
namaVirus = tmp(0) ‘masukkan namavirus ke variabel dari array
CrcVirus = tmp(1) ‘masukkan Crcvirus ke variabel dari array
If CrcVirus = Crc Then ‘bila CRC perhitungan cocok/match dengan database
cariDatabase = True ‘kembalikan nilai TRUE
Exit Do ‘keluar dari perulangan
End If
Loop Until EOF(1)
Close #1
End Function
================= END HERE ====================
Lalu tambahkan 1 objek baru kedalam Form, yaitu Command button2. lalu ketikkan listing kode berikut kedalam event Command2_Click :
================= START HERE ====================
If Len(App.Path) <= 3 Then ‘bila direktori kita adalah root direktori
pathEXE = App.Path
Else
pathEXE = App.Path & “”
End If
CommonDialog1.CancelError = True ‘error bila user mengklik cancel pada CommonDialog
CommonDialog1.DialogTitle = “Baca File” ‘Caption commondialog
On Error GoTo erorhandle ‘label error handle
CommonDialog1.ShowOpen
namafilbuka = CommonDialog1.FileName
Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 ‘buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary
ReDim tmp(LOF(1) – 1) As Byte ‘deklarasi ulang untuk array # Bugs Fixed #
Get #1, , tmp()
Close #1
calCrc = UBound(tmp) ‘mengambil ukuran file dari array
calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) ‘hitung CRC
HasilCrc = Hex(calCrc) ‘diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric
If cariDatabase(HasilCrc, pathEXE & “DB.txt”) Then ‘bila fungsi bernilai TRUE
MsgBox “Virus ditemukan : ” & namaVirus ‘tampilkan message Box
End If
Exit Sub
erorhandle:
If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description ‘error number 32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file
================= END HERE ====================
Fitur AV sederhana ini dapat ditambahkan dengan fitur process scanner, akses registry, real-time protection (RTP) dan lain lain. Untuk process scanner pada dasarnya adalah teknik enumerasi seluruh proses yang sedang berjalan pada Sistem Operasi, lalu mencari letak atau lokasi file dan melakukan proses scanning. Fitur akses registry memungkinkan kita untuk mengedit secara langsung registry windows apabila akses terhadap registry (–Regedit) diblok oleh virus. Sedangkan fitur RTP memungkinkan AV kita berjalan secara simultan dengan windows explorer untuk mengscan direktori atau file yang sedang kita browse atau lihat. Untuk ketiga fitur lanjutan ini akan dibahas pada artikel selanjutnya.
Kesimpulan#
Tidak harus membeli software AV yang mahal untuk menjaga komputer kita dari ancaman virus, kita bisa membuatnya sendiri dengan fitur-fitur yang tak kalah bagusnya. Memang terdapat ketidaksempurnaan dalam AV buatan sendiri ini, tetapi setidaknya dapat dijadikan pencegah dari infeksi virus komputer yang semakin merajalela. Software AV sederhana ini dilengkapi oleh engine scanner statis dan database definisi. Tidak tertutup kemungkinan software AV ini ditingkatkan lebih advanced dalam hal engine scannernya.
Penutup#
Pengembangan software AV sederhana ini sepenuhnya Open-Source selama mengikutsertakan nama pembuat asli didalamnya. Listing serta projek lengkap dapat didownload di http://www.geocities.com/emomelodicfreak/ProjekAV.zip
- Penulis TIDAK bertanggung jawab atas penggunaan maupun penyalahgunaan dari artikel ini.
- Tujuan dibuat artikel HANYA untuk BAHAN PEMBELAJARAN saja.
- Penggunaan nama, merek, atau logo hanya sebagai CONTOH dan REFERENSI saja, TIDAK ada maksud mempromosikan pihak tertentu.
- Penulis mohon maaf apabila seluruh/sebagian dari isi artikel ini sudah tersirat dalam artikel sejenis lainnya.
Main#
Sekarang kehadiran para virus maker (–selanjutnya disingkat jadi VM saja) lokal telah membuat gerah para user komputer tanah air. Bisa dibayangkan bila dari sekian banyak virus lokal tidak satu-dua yang menghancurkan data (terutama bagi file office; word, excel, dll…). Bagi para vendor Anti Virus (–selanjutnya disingkat menjadi AV saja) fenomena ini adalah lahan bisnis untuk produk mereka. Sebut saja NORMAN, yang kini men-support perusahaan konsultan virus lokal (–VAKSIN.COM) , Symantec, McAffe, NOD32, dan sebagainya. Dengan menawarkan update definisi software AV tercepat, engine scanner paling sensitif, dan lain-lain merupakan kiat untuk memancing para korban virus membeli dan menggunakan software AV mereka. Bagi penulis sendiri hal ini memang agak memberatkan mengingat update file definisi atau engine AV tsb haruslah melalui koneksi internet. Lalu bagaimana yang tidak mempunyai akses sama sekali? Konsekuensinya iyalah tertinggal dalam hal pengenalan varian virus baru yang pada ujung-ujungnya membuat AV yang sudah terinstall bagai ‘Macan Ompong’. Kalau kita membuat AV sendiri bagaimana? dengan database definisi yang bisa diupdate oleh kita bahkan dapat saling tukar dengan teman? Bisa saja, dengan syarat mau mempelajari sedikit teknik pemograman.Pertama kita harus mengerti bagaimana cara kerja sebuah AV sederhana, pada dasarnya sebuah software AV mempunyai komponen-komponen :
1. Engine scanner, ini merupakan komponen utama AV dalam mengenali sebuah pattern virus. Engine ini dapat dikelompokkan menjadi statis dan dinamis. Statis dalam hal ini dapat disebut menjadi spesifik terhadap pattern tertentu dari sebuah file virus. Checksum merupakan salah satu contoh dari engine statis ini. Dinamis dalam artian dia mengenali perilaku ‘umum’ sebuah virus. Heuristic menjadi salah satu contohnya.
2. Database definition, menjadi sebuah referensi dari sebuah pattern file virus. Engine statis sangat bergantung kepada komponen ini.
3. Decompress atau unpacking engine, khusus untuk pengecekan file-file yang terkompresi (*.rar, *.zip, dll) atau kompresi atau packing untuk file PE seperti UPX, MeW , dll.
Tidak jarang hasil dari pengecekan terhadap file suspect virus menghasilkan false-positive bahkan false-negative (– false-positive berarti file yang bersih dianggap thread oleh AV, dan false-negative berarti file yang 100% thread akan dianggap bersih). Semua itu dapat diakibatkan oleh ketidak-sempurnaan dari engine scanner itu sendiri. Misal
pada contoh kasus Engine String scanner (–Engine scanner yang menyeleksi string-string dari file text-based), bila diterapkan rule 3 out of 5 (– bila AV menemukan 3 dari daftar 5 string kategori malicious) maka AV akan memberikan bahwa file terindikasi sebuah thread yang positif. Padahal file tsb nyatanya tidak menimbulkan efek berbahaya bila dijalankan atau dieksekusi. Kesalahan scanning macam ini lazim ditemukan untuk file-file *.VBS, *.HTML, dll. Untuk penggunaan engine checksum sangat banyak ditemui di beberapa software AV lokal. Checksum yang lazim digunakan diantaranya CRC16, CRC32, MD5, dll. Dikarenakan mudah untuk diimplementasikan. Engine ini sendiri bukannya tanpa cacat, Checksum bekerja dengan memproses byte demi byte dari sebuah file dengan sebuah algoritma tertenu (– tergantung dari jenis checksum yang digunakan) sehingga menghasilkan sebuah format tertentu dari file tsb. Contoh checksum menggunakan CRC32 dan MD5 :
* calCrc = CRC32(file_name_and_path)
* calMD5 = MD5(file_name_and_path)
Maka isi dari string calCrc adalah 7AF9E376, sedangkan untuk MD5nya adalah 529CA8050A00180790CF88B63468826A. Perlu diketahui bila virus menerapkan rutin yang mengubah byte tertentu dari badan virus tsb setiap kali maka penggunaan engine checksum ini akan kurang optimal karena bila 1 byte berubah dari file maka checksum juga akan berubah.
Mari kita belajar membuat sebuah AV sederhana, yang diperlukan :
1. Software Visual Basic 6.0
2. Sedikit pemahaman akan pemograman Visual Basic 6.0
3. Sampel file bersih atau virus (– opsional)
First#
Sekarang kita akan belajar membuat sebuah rutin sederhana untuk :
- Memilih file yang akan dicek
- Membuka file tersebut dalam mode binary
- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum
Buka MS-Visual Basic 6.0 anda, lalu buatlah sebuah class module dan Form dengan menambahkan sebuah objek Textbox, CommonDialog dan Command Button. (Objek CommonDialog dapat ditambahkan dengan memilih Project -> COmponent atau Ctrl-T dan memilih Microsoft Common Dialog Control 6.0) Ketikkan kode berikut pada class module (kita beri nama class module tsb clsCrc) :
================= START HERE ====================
Private crcTable(0 To 255) As Long ‘crc32
Public Function CRC32(ByRef bArrayIn() As Byte, ByVal lLen As Long, Optional ByVal lcrc As Long = 0) As Long
‘bArrayIn adalah array byte dari file yang dibaca, lLen adalah ukuran atau size file
Dim lCurPos As Long ‘Current position untuk iterasi proses array bArrayIn
Dim lTemp As Long ‘variabel temp hasil perhitungan
If lLen = 0 Then Exit Function ‘keluar fungsi apabila ukuran file = 0
lTemp = lcrc Xor &HFFFFFFFF
For lCurPos = 0 To lLen
lTemp = (((lTemp And &HFFFFFF00) &H100) And &HFFFFFF) Xor (crcTable((lTemp And 255) Xor bArrayIn(lCurPos)))
Next lCurPos
CRC32 = lTemp Xor &HFFFFFFFF
End Function
Private Function BuildTable() As Boolean
Dim i As Long, x As Long, crc As Long
Const Limit = &HEDB88320
For i = 0 To 255
crc = i
For x = 0 To 7
If crc And 1 Then
crc = (((crc And &HFFFFFFFE) 2) And &H7FFFFFFF) Xor Limit
Else
crc = ((crc And &HFFFFFFFE) 2) And &H7FFFFFFF
End If
Next x
crcTable(i) = crc
Next i
End Function
Private Sub Class_Initialize()
BuildTable
End Sub
================= END HERE ====================
Lalu ketikkan kode berikut dalam event Command1_Click :
================= START HERE ====================
Dim namaFileBuka As String, HasilCrc As String
Dim CCrc As New clsCrc ‘bikin objek baru dari class ClsCrc
Dim calCrc As Long
Dim tmp() As Byte ‘array buat file yang dibaca
Private Sub Command1_Click()
CommonDialog1.CancelError = True ‘error bila user mengklik cancel pada CommonDialog
CommonDialog1.DialogTitle = “Baca File” ‘Caption commondialog
On Error GoTo erorhandle ‘label error handle
CommonDialog1.ShowOpen
namafilbuka = CommonDialog1.FileName
Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 ‘buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary
ReDim tmp(LOF(1) – 1) As Byte ‘deklarasi ulang untuk array, # Bugs Fixed #
Get #1, , tmp()
Close #1
calCrc = UBound(tmp) ‘mengambil ukuran file dari array
calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) ‘hitung CRC
HasilCrc = Hex(calCrc) ‘diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric
Text1.Text = HasilCrc ‘tampilkan hasilnya
Exit Sub
erorhandle:
If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description ‘error number 32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file
================= END HERE ====================
COba anda jalankan program diatas dengan memencet tombol F5, lalu klik Command1 untuk memilih dan membuka file. Maka program akan menampilkan CRC32nya.
Second#
Kode diatas dapat kita buat menjadi sebuah rutin pengecekan file suspect virus dengan antara membandingkan hasil CRC32nya dan database CRC kita sendiri. Algoritmanya adalah :
- Memilih file yang akan dicek
- Membuka file tersebut dalam mode binary
- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum
- Buka file database
- Ambil isi file baris demi baris
- Samakan Checksum hasil perhitungan dengan checksum dari file
Format file database dapat kita tentukan sendiri, misal :
- FluBurung.A=ABCDEFGH
- Diary.A=12345678
Dimana FluBurung.A adalah nama virus dan ABCDEFGH dalah Crc32nya. Jika kita mempunyai format file seperti diatas, maka kita perlu membaca file secara sekuensial per baris serta memisahkan antara nama virus dan Crc32nya. Dalam hal ini yang menjadi pemisah adalah karakter ‘=’.
Buat 1 module baru (– diberi nama module1) lalu isi dengan kode :
================= START HERE ====================
Public namaVirus As String, CrcVirus As String ‘deklarasi variabel global untuk nama dan CRC virus Public pathExe as String ‘deklarasi variabel penyimpan lokasi file EXE AV kita
Public Function cariDatabase(Crc As String, namaFileDB As String) As Boolean
Dim lineStr As String, tmp() As String ‘variabel penampung untuk isi file
Open namaFileDB For Input As #1 ‘buka file dengan mode input
Do
Line Input #1, lineStr
tmp = Split(lineStr, “=”) ‘pisahkan isi file bedasarkan pemisah karakter ‘=’
namaVirus = tmp(0) ‘masukkan namavirus ke variabel dari array
CrcVirus = tmp(1) ‘masukkan Crcvirus ke variabel dari array
If CrcVirus = Crc Then ‘bila CRC perhitungan cocok/match dengan database
cariDatabase = True ‘kembalikan nilai TRUE
Exit Do ‘keluar dari perulangan
End If
Loop Until EOF(1)
Close #1
End Function
================= END HERE ====================
Lalu tambahkan 1 objek baru kedalam Form, yaitu Command button2. lalu ketikkan listing kode berikut kedalam event Command2_Click :
================= START HERE ====================
If Len(App.Path) <= 3 Then ‘bila direktori kita adalah root direktori
pathEXE = App.Path
Else
pathEXE = App.Path & “”
End If
CommonDialog1.CancelError = True ‘error bila user mengklik cancel pada CommonDialog
CommonDialog1.DialogTitle = “Baca File” ‘Caption commondialog
On Error GoTo erorhandle ‘label error handle
CommonDialog1.ShowOpen
namafilbuka = CommonDialog1.FileName
Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 ‘buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary
ReDim tmp(LOF(1) – 1) As Byte ‘deklarasi ulang untuk array # Bugs Fixed #
Get #1, , tmp()
Close #1
calCrc = UBound(tmp) ‘mengambil ukuran file dari array
calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) ‘hitung CRC
HasilCrc = Hex(calCrc) ‘diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric
If cariDatabase(HasilCrc, pathEXE & “DB.txt”) Then ‘bila fungsi bernilai TRUE
MsgBox “Virus ditemukan : ” & namaVirus ‘tampilkan message Box
End If
Exit Sub
erorhandle:
If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description ‘error number 32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file
================= END HERE ====================
Fitur AV sederhana ini dapat ditambahkan dengan fitur process scanner, akses registry, real-time protection (RTP) dan lain lain. Untuk process scanner pada dasarnya adalah teknik enumerasi seluruh proses yang sedang berjalan pada Sistem Operasi, lalu mencari letak atau lokasi file dan melakukan proses scanning. Fitur akses registry memungkinkan kita untuk mengedit secara langsung registry windows apabila akses terhadap registry (–Regedit) diblok oleh virus. Sedangkan fitur RTP memungkinkan AV kita berjalan secara simultan dengan windows explorer untuk mengscan direktori atau file yang sedang kita browse atau lihat. Untuk ketiga fitur lanjutan ini akan dibahas pada artikel selanjutnya.
Kesimpulan#
Tidak harus membeli software AV yang mahal untuk menjaga komputer kita dari ancaman virus, kita bisa membuatnya sendiri dengan fitur-fitur yang tak kalah bagusnya. Memang terdapat ketidaksempurnaan dalam AV buatan sendiri ini, tetapi setidaknya dapat dijadikan pencegah dari infeksi virus komputer yang semakin merajalela. Software AV sederhana ini dilengkapi oleh engine scanner statis dan database definisi. Tidak tertutup kemungkinan software AV ini ditingkatkan lebih advanced dalam hal engine scannernya.
Penutup#
Pengembangan software AV sederhana ini sepenuhnya Open-Source selama mengikutsertakan nama pembuat asli didalamnya. Listing serta projek lengkap dapat didownload di http://www.geocities.com/emomelodicfreak/ProjekAV.zip
Mengubah tampilan logon Windows XP seperti Windows Vista
Pernahkan Anda bermimpi untuk mengubah tampilan welcome screen Windows XP Anda agar seperti Windows Vista?? Hari ini saya mendapat ide untuk mencari tahu bagaimana cara merubah tampilan Windows XP seperti Windows Vista, dan saya akan menulisnya untuk Anda.
Pertama-tama Anda harus mendownload dan menginstall aplikasi FreeLogon Studio dan pastikan aplikasi tersebut diset sebagai penanganan default Windows Logon. Untuk mengubahnya sangat mudah, pada pertama kali Anda membuka aplikasi tersebut, software tersebut akan menanyakan Anda untuk menset default aplikasi tersebut untuk meng-handler Windows Logon.
Memang, tiga default welcome screen tidak sangat mengesankan, namun ada banyak welcome screen yang dapat Anda download pada situs WinCustomize, termasuk welcome screen Windows Vista yang Anda lihat saat ini.

Berikutnya, download dan buka Welcome Screen Windows Vista Ultimate untuk XP, dan pilih pada LogonStudio seperti yang ditunjukkan di atas. Setelah Anda menekan tombol Apply, Anda akan melihat gaya welcome screen Vista untuk XP:

Download LogonStudio untuk Windows XP.
Download Windows Vista Ultimate Logon Screen untuk Windows XP.
Posting Terkait:
Pertama-tama Anda harus mendownload dan menginstall aplikasi FreeLogon Studio dan pastikan aplikasi tersebut diset sebagai penanganan default Windows Logon. Untuk mengubahnya sangat mudah, pada pertama kali Anda membuka aplikasi tersebut, software tersebut akan menanyakan Anda untuk menset default aplikasi tersebut untuk meng-handler Windows Logon.
Memang, tiga default welcome screen tidak sangat mengesankan, namun ada banyak welcome screen yang dapat Anda download pada situs WinCustomize, termasuk welcome screen Windows Vista yang Anda lihat saat ini.
Berikutnya, download dan buka Welcome Screen Windows Vista Ultimate untuk XP, dan pilih pada LogonStudio seperti yang ditunjukkan di atas. Setelah Anda menekan tombol Apply, Anda akan melihat gaya welcome screen Vista untuk XP:
Download LogonStudio untuk Windows XP.
Download Windows Vista Ultimate Logon Screen untuk Windows XP.
Posting Terkait:
Minggu, 23 Januari 2011
USAHA RENTAL PLAYSTATION
Usaha penyewaan playstation (PS) adalah usaha jasa yang menyedikan sarana game elektronik dengan media TV dan playstation. Penggemar playstation bisa dari berbagai umur, mulai dari anak-anak, remaja sampai usia dewasa dan kebanyakan laki-laki. Playstation bisa dimainkan sendiri namun lebih asyik jika dimainkan bersama-sama. Karena itu, walaupun orang bisa memainkan playstation dari rumah sendirian, namun lebih suka memainkan bersama-sama teman. Selain harga playstation yang cukup mahal, belum lagi CD game-nya tentu harus secara teratur dibeli supaya kita tidak bosan memainkan game yang itu-itu saja. Hal inilah yang mungkin menyebabkan orang lebih senang datang ke rental playstation karena lebih murah dan suasananya lebih ramai.
Namun setiap usaha memang mengalami pasang surut, karena itu hal yang harus kita lakukan adalah mengadakan evaluasi dan revisi atas kinerja usaha kita, sehingga bisa diambil langkah-langkah perbaikan. Untuk melakukan evaluasi dan revisi ini, maka lakukanlah langkah-langkah sebagai berikut:
1. TEMUKAN PENYEBABNYA
Tolak ukur menurunnya kinerja sebuah usaha bisa dilihat dari penururan omzset yang terjadi karena berkurangnya jumlah pengguna jasa (langganan), sehingga jam pemakaiannya pun berkurang. Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal:
a. Persaingan. Mungkin ada usaha sejenis pada area yang cukup dekat, sehingga mengakibatkan pelanggan Anda pindah ketempat baru.
b. Pelayanan yang buruk. Para pelanggan Anda mungkin kecewa dengan pelanan jasa playstation Anda. Mungkin tempatnya kurang nyaman (tidak bersih, bau atau sumpek, dll)
c. Pelanggan bosan dengan game yang itu-itu juga.
d. Harganya mungkin mahal.
e. Muculnya tren game elektronik terbaru yang lebih menarik daripada playstation, misalnya game online di internet.
Buatlah data-data kemungkinan penyebab dari menurunnya usaha Anda seperti contoh diatas. Karena dengan mengetahui penyebabnya, maka selanjutnya akan lebih mudah bagi Anda untuk mencari jalan keluarnya. Adapun setelah mencari kemungkinan penyebabnya, maka langkah sselanjutnya adalah:
2. MENCARI JALAN KELUARNYA
Untuk meningkatkan kembali kinerja usaha, maka ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, antara lain:
a. Melakukan promosi. Kalau kita hanya bersikap pasif sambil menunggu pelanggan datang maka kecil kemungkinan orang akan tahu tentang usaha kita. Karena itu kita harus memberitahu orang tentang usaha kita dengan cara promosi, terutama kepada yang memilki hobi main playstation. Promosi tidak harus mahal karena tidak efisien, minimal Anda bisa lakukan promosi dari mulut ke mulut. Bisa juga Anda adakan acara tertentu misalnya pertandingan playstation, kemudian hadiahnya adalah gratis main selama beberapa jam.
b. Tempat yang kotor, bau, sumpek, panas tentu sangat tidak menyenangkan dan membuat pelanggan tidak betah. Karena itu jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan tempat usaha Anda. Tempatkanlah beberapa tempat sampah agar sampah tidak berserakan dimana-mana. Mungkin Anda bisa pasang kipas angin atau AC supaya tidak sumpek dan panas. Akan lebih menguntungkan kalau playstation Anda punya kamar mandi sendiri, namun jika letaknya di rumah mungkin bisa dipertimbangkan untuk digunakan oleh pelanggan juga. Bisa juga Anda berikan minuman gratis (air putih) untuk pelanggan. Jangan lupa beri senyum yang ramah kepada para pelanggan. Intinya, lakukanlah peningkatan pelayanan yang perlu agar pelanggan merasa betah bermain playstation di tempat Anda.
c. Perhatikan tren game yang sedang digemari, dan usahakan selalu tersedia ditempat Anda.
d. Perhatikan juga masalah harga sewa playstation. Jangan sampai berbeda jauh dengan tempat playstation lainnya. Karena biasanya para pelanggan sensitif terhadap harga.
e. Bisa juga dicoba untuk membuat tambahan layanan jasa lainnya. Misalnya Anda menambah investasi untuk membeli komputer sehingga Anda juga sekaligus menawarkan jasa rental komputer.
f. Pisahkan keuangan keluarga dengan keuangan usaha agar tidak saling menganggu. Jangan lupa juga untuk menyisihkan sejumlah pendapatan dari keuntungan usaha untuk cadangan pengembangan usaha di kemudian hari.
Sumber : http://www.perencanakeuangan.com/files/RentalPS.html
3. PEMILIHAN LOKASI
Karena target konsumen dari usaha ini adalah hanya pada orang-orang yang memiliki waktu senggang, maka tempat yang paling cocok adalah disekitar kampus. Karena biasanya pada jam istirahat para mahasiswa mengunjungi rental playstation untuk mengisi wakyu luangnya sembari menunggu jam masuk kuliah.
Selain di sekitar kampus, usaha ini juga cocok ditempat pemukiman warga atau perkampungan. Target dari peletakan lokasi diperkampungan adalah para anak-anak, remaja, dan dewasa yang memiliki waktu senggang. Biasanya jika peletakan lokasi ditempat ini akan ramai pada hari sabtu dan minggu.
Sebenarnya, dimanapun lokasinya asalkan ditempat itu belum ada usaha yang serupa, maka akan sangat cocok karena belum ada pesaing.
4. TARIF SEWA
Tarif sewa dari usaha ini biasanya berkisar antara Rp.2.000 sampai Rp.2.500/jam.
5. KEUNTUNGAN
Menurut keterangan teman saya yang sudah melakoni bisnis ini, keuntungan bersih perhari bisa mencapai Rp.50.000 dengan 3 televisi dan playstation yang dimilikinya.
6. KELEMAHAN
Karena pesatnya perkembangan teknologi, maka usaha ini akan cepat tenggelam jika telah ada game yang lebih baru dan canggih. Ini terbukti dari pengalaman teman saya yang telah melakoni bisnis ini. Jika biasanya ia mendapat keuntungan bersih perhari mencapai Rp.50.000, sekarang hanya berkisar antara Rp.20.000 sampai Rp.30.000 saja dengan 3 televisi dan playstation yang dimilikinya. Hal ini dikarenakan telah ada Game Online yang lebih canggih dan populer dibandingkan dengan playstation.
7. TETAP PERCAYA DIRI
Tak perlu takut menghadapi kondisi yang demikian, karena setiap usaha pasti memiliki pesaing, dan memiliki pasang surutnya. Jadi tetaplah berjiwa wirausaha yang teguh dan motivasilah diri anda sebagai wirausahawan yang memiliki daya saing. Yakinlah bahwa anda adalah seorang wirausahawan yang bisa menghadapi berbagai macam kondisi
Kamis, 30 Desember 2010
PERAKITAN CPU
PERAKITAN CPU
Perakitan CPU
Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari:
1. Penyiapan motherboard
2. Memasang Prosessor
3. Memasang heatsink
4. Memasang Modul Memori
5. memasang Motherboard pada Casing
6. Memasang Power Supply
7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
8. Memasang Drive
9. Memasang card Adapter
10. Penyelesaian Akhir
1. Penyiapan motherboard
Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed
speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk,
kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.
2. Memasang Prosessor
Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.Jenis socket
1. Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
2. Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
3. Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
4. Turunkan kembali tuas pengunci.
3. Memasang Heatsink
Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang
rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.
Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.
4. Memasang Modul Memori
Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM,
DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul
5. Memasang Motherboard pada Casing
Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:
1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.
6. Memasang Power Supply
Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:
1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
2. HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik.
Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah
dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.
7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.
8. Memasang Drive
Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut:
1. Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
2. Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
3. Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
4. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
5. Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
6. Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard
Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.
9. Memasang Card Adapter
Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya. Cara memasang adapter:
1. Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
2. Pasang sekerup penahan card ke casing
3. Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.
10. Penyelessaian Akhir
1. Pasang penutup casing dengan menggeser
2. sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding. 3. Pasang konektor monitor ke port video card.
4. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
5. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
6. Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.
Pengujian
Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:
1. Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
2. Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
3. Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
4. Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
5. Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.
Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.
Penanganan Masalah
Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain:
1. Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
2. Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot/
LED dari hardisk, floppy atau CD menyala terus disebabkan kesalahan pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum pas terhubung
Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari:
1. Penyiapan motherboard
2. Memasang Prosessor
3. Memasang heatsink
4. Memasang Modul Memori
5. memasang Motherboard pada Casing
6. Memasang Power Supply
7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
8. Memasang Drive
9. Memasang card Adapter
10. Penyelesaian Akhir
1. Penyiapan motherboard
Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed
speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk,
kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.
2. Memasang Prosessor
Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.Jenis socket
1. Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
2. Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
3. Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
4. Turunkan kembali tuas pengunci.
3. Memasang Heatsink
Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang
rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.
Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.
4. Memasang Modul Memori
Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM,
DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul
5. Memasang Motherboard pada Casing
Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:
1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.
6. Memasang Power Supply
Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:
1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
2. HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik.
Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah
dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.
7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.
8. Memasang Drive
Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut:
1. Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
2. Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
3. Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
4. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
5. Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
6. Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard
Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.
9. Memasang Card Adapter
Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya. Cara memasang adapter:
1. Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
2. Pasang sekerup penahan card ke casing
3. Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.
10. Penyelessaian Akhir
1. Pasang penutup casing dengan menggeser
2. sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding. 3. Pasang konektor monitor ke port video card.
4. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
5. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
6. Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.
Pengujian
Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:
1. Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
2. Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
3. Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
4. Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
5. Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.
Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.
Penanganan Masalah
Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain:
1. Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
2. Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot/
LED dari hardisk, floppy atau CD menyala terus disebabkan kesalahan pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum pas terhubung
spec pc Point Blank
klo menurut w faktor utama bwat men gem byar lancar, bwat PB w rasa Spek
-VGA min itu versi 5xxx keatas utk Nvidia, utk ati 95xx klo gk punya dwit bnyk versi 6xxx~7xxx(NVDIA) ud cukup atau seri X nya ATI... klo MoBo msh pk slot AGP mungkin bwat blie vga bru pste mahal, brg 2nd solusi... tp klo MoBo ud pk slot PCI-X psti tenang bwat upgrade vga nya krna vga PCI-X teramat sngt murah, bg yg slotnya tipe PCI-X disaranin blie seri 8xxx/9xxx(NVDIA) mw GS, GT, GTX tersrh dwit u berapa ^^!. utk tipe ATI PCI-X seri HD3xxx~4xxx tersrh dh liat budget, versi 2xxx jg bleh...
*tips: klo blie vga jng liat tipe, tp liat speknya, ky core clock, memory clock, Vram brp dll... min Vram 128 128bit, mahal juga gak jaminan x j ada yg murah tp performa hmpr sama... ky blie susu j liat komposisinya(ky di iklan). atau mw blie MoBo baru? sekalian blie yg ud onboard Vga rata² dipasaran Vga onboardnya NVDIA seri 72xx, 82xx atau ATI seri HD 3xxx lumayan drpd lumanyun... pangkas pengeluaran...
-RAM 512 MB ud cukup, tp sdikit ganggu soalny loadingny lama, slot MoBo u msh DDR? blie RAM pste mahal, ram 2nd solusi. bgi yg ud nganut tipe DDR2 wih enak tuh harga RAM murah abis...
*tips: bli ram liat tipe PC nya/Mhz(speed) jng ngandelin besar memory ram, contoh Ram dng merk yg sama; RAM A 1Gb DDR2 1066, RAM B 2Gb DDR2 667. w lbih milih yg A, tp tentu kudu liat MoBo jg support gk bwat tipe RAM tsb. aktifin 2channel psti Ajiib...
-processor, 2.4 Ghz single core ud cukup bwat game OL jman skrng... dual core 2.x++Ghz jg ud cukup...
-PSU, power suplay hrus sanggup suplay spek kompi u, klo gk dikit² restart...dikit² blue screen... cape dh...
-setting, setting kompi byar tmb cpet, semisal overclock(ati² yg gk ngerti jng dh). setting game se low mungkin... tutup applikasi len...(mw men game kok jlnin ms word)
Spek PC w P-D(Pentium D) 2,8 Ghz. Ram 512 DDR2 667, VGA pixelview PCI-X 6600 GT 128mb ud cukup lancar bwat menin gem plng loadingny az...lama tmbh jd 1Gb ud enak kyknya... di tmen w single core 2.4Ghz RAM DDR2 2 gb VGA sama lancar abis meninnya...(setting low~med)
iy w tw umur pc w ud deket... bwat yg msh pk P4 kebwh mending buru² jual keburu gk lako loh... mayan bwat tambahan blie CPU baru 2jt-an ud dpt CPU masa kini(standard) yg siap jalanin game "ringan" semisal PB
-VGA min itu versi 5xxx keatas utk Nvidia, utk ati 95xx klo gk punya dwit bnyk versi 6xxx~7xxx(NVDIA) ud cukup atau seri X nya ATI... klo MoBo msh pk slot AGP mungkin bwat blie vga bru pste mahal, brg 2nd solusi... tp klo MoBo ud pk slot PCI-X psti tenang bwat upgrade vga nya krna vga PCI-X teramat sngt murah, bg yg slotnya tipe PCI-X disaranin blie seri 8xxx/9xxx(NVDIA) mw GS, GT, GTX tersrh dwit u berapa ^^!. utk tipe ATI PCI-X seri HD3xxx~4xxx tersrh dh liat budget, versi 2xxx jg bleh...
*tips: klo blie vga jng liat tipe, tp liat speknya, ky core clock, memory clock, Vram brp dll... min Vram 128 128bit, mahal juga gak jaminan x j ada yg murah tp performa hmpr sama... ky blie susu j liat komposisinya(ky di iklan). atau mw blie MoBo baru? sekalian blie yg ud onboard Vga rata² dipasaran Vga onboardnya NVDIA seri 72xx, 82xx atau ATI seri HD 3xxx lumayan drpd lumanyun... pangkas pengeluaran...
-RAM 512 MB ud cukup, tp sdikit ganggu soalny loadingny lama, slot MoBo u msh DDR? blie RAM pste mahal, ram 2nd solusi. bgi yg ud nganut tipe DDR2 wih enak tuh harga RAM murah abis...
*tips: bli ram liat tipe PC nya/Mhz(speed) jng ngandelin besar memory ram, contoh Ram dng merk yg sama; RAM A 1Gb DDR2 1066, RAM B 2Gb DDR2 667. w lbih milih yg A, tp tentu kudu liat MoBo jg support gk bwat tipe RAM tsb. aktifin 2channel psti Ajiib...
-processor, 2.4 Ghz single core ud cukup bwat game OL jman skrng... dual core 2.x++Ghz jg ud cukup...
-PSU, power suplay hrus sanggup suplay spek kompi u, klo gk dikit² restart...dikit² blue screen... cape dh...
-setting, setting kompi byar tmb cpet, semisal overclock(ati² yg gk ngerti jng dh). setting game se low mungkin... tutup applikasi len...(mw men game kok jlnin ms word)
Spek PC w P-D(Pentium D) 2,8 Ghz. Ram 512 DDR2 667, VGA pixelview PCI-X 6600 GT 128mb ud cukup lancar bwat menin gem plng loadingny az...lama tmbh jd 1Gb ud enak kyknya... di tmen w single core 2.4Ghz RAM DDR2 2 gb VGA sama lancar abis meninnya...(setting low~med)
iy w tw umur pc w ud deket... bwat yg msh pk P4 kebwh mending buru² jual keburu gk lako loh... mayan bwat tambahan blie CPU baru 2jt-an ud dpt CPU masa kini(standard) yg siap jalanin game "ringan" semisal PB
Langganan:
Postingan (Atom)









